Eksperimen Prompt: Potret Realistik Seorang Cendekiawan
Eksperimen ini berfokus pada penciptaan potret realistik seorang cendekiawan Muslim di dalam ruangan studi. Tujuannya adalah menelusuri bagaimana detail pencahayaan dan elemen ruang dapat menciptakan kesan intelektual sekaligus hangat dalam visual AI.
Prompt yang Digunakan
A realistic portrait of a Muslim scholar wearing a black peci and modern modest attire, sitting behind a wooden desk in a softly lit indoor room. The scholar is giving a visual Islamic lecture with calm expression and confident posture, in front of a laptop and an open notebook, with warm ambient lighting from a desk lamp. Background shows bookshelf filled with Islamic books and subtle Arabic calligraphy on the wall. Captured with Canon EOS 5D Mark IV, 50mm lens, shallow depth of field, cinematic composition, ultra-detailed, natural light balance.
Parameter
- Model: Google Gemini
- Style: Realistic Portrait
- Lighting: Warm Ambient Light
- Aspect Ratio: 1:1
Hasil Visual
Analisis Visual
AI menafsirkan istilah Muslim scholar dengan berbagai gaya berpakaian, namun tambahan kata black peci berhasil mempersempit konteks budaya ke wilayah Asia Tenggara. Komposisi dan pencahayaan yang lembut memperkuat kesan kedamaian intelektual. Penggunaan istilah Canon EOS 5D Mark IV memberi simulasi tekstur kamera profesional dengan tone warna realistis.
Eksperimen Lanjutan
Coba variasi berikut:
- Ubah
warmmenjadisoft daylightuntuk hasil lebih natural.- Tambahkan
golden hour sunlightuntuk nuansa sore yang dramatis.- Ganti
scholarmenjaditeacheruntuk hasil lebih lokal.
Kesimpulan
Eksperimen ini menunjukkan bahwa detail kecil dalam prompt memiliki dampak besar terhadap interpretasi visual AI. Melalui pendekatan laboratorium, prompt dapat menjadi instrumen untuk memahami hubungan antara bahasa tulisan dan persepsi gambar digital.
Bagian dari Laboratorium Prompt — ruang terbuka untuk menelusuri seni dan logika di balik setiap gambar buatan AI.